top of page

Apa itu Bipolar?

Gangguan bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan drastis pada suasana hati. Penderita gangguan ini bisa merasa sangat gembira atau euforia, kemudian berubah menjadi sangat sedih. Gangguan bipolar dapat diderita seumur hidup sehingga memengaruhi aktivitas penderitanya. Namun, pemberian obat-obatan dan psikoterapi dapat membantu penderita untuk menjalani aktivitasnya sehari-hari.

​

Penyebab Gangguan Bipolar

  Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan gangguan bipolar. Namun, kondisi ini diduga terkait dengan faktor genetik, zat di dalam otak, dan gangguan fungsi saraf di otak. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan bipolar, yaitu:

  • Stres berat akibat kehilangan orang yang dicintai

  • Pengalaman traumatis, seperti kekerasan fisik atau kekerasan seksual

  • Kecanduan minuman beralkohol dan penyalahgunaan NAPZA, seperti kokain

  • Penyakit tertentu yang berlangsung lama atau tidak kunjung sembuh

  • Gangguan tidur

  • Masalah dalam pekerjaan atau keuangan

  • Riwayat gangguan bipolar dalam keluarga

​

Gejala Gangguan Bipolar

Gejala utama gangguan bipolar adalah perubahan mood ekstrem yang ditandai dengan dua fase, yaitu fase mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).

Pada tahap awal, gangguan bipolar umumnya menimbulkan gejala fase mania yang lebih ringan atau hipomania. Beberapa gejala yang umum terjadi pada kedua fase tersebut adalah:

 

Fase Mania

Fase mania ditandai dengan perubahan mood yang mendalam dan berlangsung setidaknya selama 1 minggu. Beberapa gejalanya adalah:

  • Sangat senang atau bahagia

  • Bicara lebih sering dan sangat cepat, tetapi tidak seperti keadaan normal

  • Percaya diri yang berlebihan

  • Keinginan untuk tidur menurun

  • Sering membuat keputusan yang tidak realistis

  • Jarang merasa lapar

 

Fase Depresif

Penderita gangguan bipolar biasanya mengalami fase depresif selama 2 minggu. Gejala fase depresif yang umum terjadi antara lain:

  • Sangat sedih dan putus asa

  • Gelisah

  • Enggan beraktivitas

  • Mudah lelah

  • Sulit berkonsentrasi atau berpikir

  • Perasaan bersalah atau tidak berharga

  • Gangguan tidur, seperti sulit tidur atau bangun terlalu dini

  • Pesimis terhadap segala hal

  • Nafsu makan hilang atau sebaliknya bertambah

  • Muncul keinginan untuk bunuh diri

Di antara dua fase tersebut, penderita biasanya mengalami fase normal (euthymia). Pada fase ini, penderita akan terlihat baik-baik saja, memiliki emosi yang stabil, dan bisa beraktivitas seperti biasa.

Namun, fase normal bukan menandakan penderita sudah sembuh. Fase ini dapat berlangsung selama beberapa tahun sebelum gejala gangguan bipolar kambuh kembali.

Penderita gangguan bipolar juga dapat mengalami fase mania dan depresif secara bersamaan. Sebagai contoh, penderita bisa sangat bersemangat, tetapi beberapa saat kemudian ia merasa sangat sedih. Kondisi ini dikenal dengan gejala campuran atau mixed state.

bottom of page