Apa itu Depresi?
Depresi adalah gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai. Seseorang dinyatakan mengalami depresi jika sudah 2 minggu merasa sedih, putus harapan, atau tidak berharga. Penyebab pasti depresi masih belum diketahui, tetapi kondisi ini diduga berhubungan dengan faktor genetik, zat kimia di otak, dan hormon. Depresi juga bisa menyerang semua rentang usia. Namun, kondisi ini lebih sering dialami oleh orang dewasa.
Beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya depresi, antara lain:
-
Memiliki penyakit kronis atau serius, misalnya setelah menderita kanker, stroke, atau HIV/AIDS maupun kesulitan mengenali wajah (prosopagnosia)
-
Memiliki kepribadian tertentu, misalnya merasa rendah diri, terlalu keras dalam menilai diri sendiri, pesimis, atau terlalu bergantung kepada orang lain
-
Mengalami peristiwa traumatis atau tekanan batin, misalnya karena penyiksaan atau pelecehan, hubungan sedarah, kematian orang terdekat, atau kesulitan ekonomi
-
Mengalami ketergantungan alkohol dan narkoba, misalnya saat mencoba untuk melarikan diri dari masalah
-
Mengonsumsi obat tertentu, seperti obat tidur atau obat untuk hipertensi
-
Memiliki riwayat gangguan mental, misalnya gangguan kecemasan atau gangguan makan
-
Memiliki keluarga dekat yang juga mengalami depresi (faktor keturunan)
-
Memiliki pola makan yang buruk, misalnya akibat pola diet yang tidak sesuai dan kekurangan vitamin dan mineral
Ciri-ciri orang depresi dapat dilihat dari dua aspek, yaitu psikologi dan fisik. Dari aspek psikologis, ciri-ciri depresi meliputi:
-
Selalu merasa bersalah dan sering menyalahkan diri sendiri
-
Merasa putus asa, rendah diri, dan tidak berharga atau memiliki self esteem yang rendah
-
Selalu merasa cemas dan khawatir yang berlebihan
-
Suasana hati yang buruk atau sedih secara berkelanjutan
-
Mudah marah atau sensitif, dan mudah menangis
-
Sulit berkonsentrasi, berpikir, dan mengambil keputusan
-
Menjadi apatis terhadap lingkungan sekitarnya
-
Tidak tertarik dan tidak memiliki motivasi terhadap segala hal (anhedonia)
-
Timbul ide untuk menyakiti diri sendiri atau percobaan bunuh diri
Sementara itu, ciri-ciri fisik yang muncul akibat depresi antara lain:
-
Selalu merasa kelelahan dan tidak bertenaga
-
Selera makan menurun atau tidak berselera makan
-
Insomnia atau malah terlalu banyak tidur
-
Pusing atau nyeri yang tidak jelas penyebabnya
-
Gerak tubuh dan cara bicara lebih lambat dari biasanya
-
Tidak ada gairah seksual
-
Berat badan turun atau malah naik secara drastis
.png)